Rabu, 22 Mei 2013

seperti bintang dilangit

Di saat aku merindukan mu. Ku sisakan di hati terdalam memanggil "nama mu". Di saat aku teringat olehmu ku sisakan pemikiran ku mengingat "kelakuan mu". Semua itu sia-sia, tak ada gunanya! sungguh bodoh! Kamu tahu mengapa? Setiap hari, setiap saat yang selalu kusisakan hanya tentang mu tntang kamu yang entah kemana larinya. Disisi lain aku hanya menjadi udang dibalik batu, yang hanya dapat berlindung dibalik batu, hanya dapat berlindung untuk memendam semua rasa terpendam ini. Aku tidak seperti batu karang yang tetap kokoh meski telah diterpa ombak pantai. Kalau aku bisa memilih, aku ingin sekali menjadi bintang. Aku ingin menjadi bintang karena bintang hadir menghiasi langit walau gelap dan sunyinya malam. Ia selalu ada membuat orang bahagia untuk melihatnya. Aku ingin menjadi bintang tetap bersinar walau orang menutup matanya untuk terlelap. Aku ingin seperti bintang-bintang di langit tetap tegar walau melihat "dia" bersama "dirinya".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar