Minggu, 18 Agustus 2013

Unknown

Hai kamu.
Iya kamu,pria yang baru ku kenal. Entah mengapa bayangan mukamu menyekat keras diotakku. Senyum manismu selalu membuatku selalu berfikir dan melamunimu. Padahal kita belum kenal lama, tetapi kenapa isi otakku selalu mengkaji bayangan-bayangan kamu. Kamu juga menyita fikiran berjalanku. Terkadang aku yang seharusnya fokus belajar matematika, ketika bayangan itu muncul semua rumus menjadi rangkaian-rangkaian tubuhmu. Aku kenapa? Entahlah paling hanya bayang-bayang semu seketika yang dapat hilang begitu saja. Baiklah aku percaya itu...
Satu,dua,tiga,empat hari,bahkan satu minggu tetap saja terkadang menyekat isi-isi otak ini. Ah sudah aku menyerah, tak akan lagi aku berfikir apa-apa tentang ini. Tapi ternyata? Tetap saja kekepoanku selalu bertambah, dan selalu ingin tahu tentangnya. Ditambah lagi aku selalu mendengar kabarnya, entah dia gimana gimana. Mungkin dari situ rasa ketertarikanku muncul. Awalnya sih biasa saja, ya maklum saja belum ada rasa apa-apa. Ketika berpapasan pun biasa saja, tidak ada rasa cangguk sama sekali. Tapi sekarang? Uuuuh semua berbeda. Beda sekali antara saat ini dengan awalan dulu. Ya pasti semua juga tahu kok, pasti pernah merasakan juga.
Kata orang-orang sih "kalau hati yang kosong akan terisi apabila telah menemukan isi yang baru". Bisa jadi benar, yang awalnya udah nyaman sama kesendirian ketika telah menemukan pasti akan terjadi lagi. Kaya simbiosis mutualisme, ada untungnya juga kok darisini kamu dapat melupakan dia"yang lalu" berkat dia "yang sekarang".
Lalu ketika kedekatan itu mulai ada dari berbagai jalan, pasti...... Ah sudah ketebak kok. Ya pasti senang lah, walaupun terkadang agak engga jelas dan engga nyambung sekalipun. Apalagi kalau sudah terkait hitungan waktu, pasti menyebalkan sekali. Memang sih hal sepele. Tapi kan.... Aaaaaah! Harus banyak-banyak kesabaran, ya itung-itung latihan sih. Tapi itu semua engga membuat rasa senang itu berkurang. Dan apalagi kalau dia bisa membuat kita tertawa lepas, pasti rasa sabar itu sirna. Yang awalnya kaku berkata-kata sekarang sudah biasa, mungkin karena hal ini. Ya semoga saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar